Kamis, 16 April 2015

TOKOH INSPIRASI

Biografi Khoirul Anwar Penemu 4G
Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah orang yang menemukan dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Khoirul Anwar yang pernah masuk acara Kick Andy ini adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan cumlaude di tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor di tahun 2008. Khoirul Anwar juga penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS)tahun 2006, di California.
Biografi Khoirul Anwar Penemu 4G
Satu lagi peneliti Indonesia yang telah menorehkan prestasi di kancah internasional. Dia adalah Prof. Dr. Khoirul Anwar, penemu dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Temuannya ini kemudian mendapatkan penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang.

Dosen sekaligus peneliti yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang ini adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan predikat cum laude di tahun 2000. Ia kemudian meraih gelar master dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan gelar doktor pada tahun 2008 di kampus yang sama. Pada tahun 2006, ia juga pernah menerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS), di California. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada tahun 2007.

Putra dari pasangan (almarhum) Sudjianto dengan Siti Patmi itu, tak pernah lupa dengan asalnya. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. Khoirul Anwar lahir pada 22 Agustus 1978 di Kediri, Jawa Timur. Ayahnya meninggal karena sakit saat ia baru lulus SD tahun 1990. Ibunyalah kemudian yang berusaha keras menyekolahkannya. Untuk menyelesaikan S1 nya, ia berhasil mendapatkan beasiswa selama 4 tahun secara berturut-turut. Bahkan ia berhasil mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan beasiswa S3 dari perusahaan Jepang.

Bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani dan tiga putra tercintanya, Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya. Meski berprestasi cemerlang di Jepang, namun Khoirul menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia suatu hari nanti.

Penemuan 4G
INSPIRASI besar memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari film animasi untuk anak-anak. Anda mungkin tak pernah mengira, sebuah film anime Jepang ternyata bisa mengilhami penemuan penting yang merevolusi anggapan tak terpatahkan di jagat transmisi telekomunikasi nirkabel.

Tapi cerita itulah yang terjadi pada diri Khoirul Anwar, dosen sekaligus peneliti asal Indonesia yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.

Saat terdesak karena harus mengajukan tema penelitian untuk mendapatkan dana riset, Khoirul memeras otaknya. Akhirnya ide itu muncul juga dari Dragon Ball Z, film animasi Jepang yang kerap ia tonton.

Ketika Goku, tokoh utama Dragon Ball Z, hendak melayangkan jurus terdahsyatnya, ‘Genki Dama’ alias Spirit Ball, Goku akan menyerap semua energi mahluk hidup di alam, sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa.

“Konsep itu saya turunkan formula matematikanya untuk diterapkan pada penelitian saya,” kata Khoirul, kepada VIVAnews melalui surat elektroniknya, Jumat 13 Agustus 2010.

Maka inspirasi itu kini mewujud menjadi sebuah paper bertajuk “A Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission without Guard Interval.”

Khoirul memisalkan jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang.

Asisten Profesor berusia 31 tahun itu dapat mematahkan anggapan yang awalnya ‘tak mungkin’ di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI) untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo equalizer-lah yang akan membatalkan interferensi sehingga receiver bisa menerima sinyal tanpa distorsi.

Dengan mengenyahkan GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding).

“GI sebenarnya adalah sesuatu yang ‘tidak berguna’ di receiver selain hanya untuk menjadi pembatas. Jadi mengirimkan power untuk sesuatu yang ‘tidak berguna’ adalah sia-sia,” kata Khoirul.

Gagasan ini sendiri, dikerjakan Khoirul bersama Tadashi Matsumoto, profesor utama di laboratorium tempat Khoirul bekerja. Saat itu ia dan Tadashi hendak mengajukan proyek ke Kinki Mobile Wireless Center.

Setelah menurunkan formula matematikanya secara konkrit, Khoirul meminta rekannya Hui Zhou, untuk membuat programnya.

Metode ini bisa dibilang mampu memecahkan problem transmisi nirkabel. Apalagi ia bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM (2G), CDMA (3G), dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.

Ia juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit, maupun di daerah pegunungan. Sebab di daerah tadi biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang.
Tak heran bila temuan ini membesut penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientist pada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.

Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi China, Huawei Technology.

Awal Pendidikan Khoirul Anwar
Ini bukan sukses pertama bagi Khoirul. Pada 2006, pria asal Kediri, Jawa Timur itu juga telah menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier seperti Orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier code division multiple access (MC-CDMA).

Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi.

Belakangan, temuan ini ia patenkan. Teknik ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Dan yang juga membuatnya membuatnya kaget, sistem 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu.

Namun, putra dari pasangan (almarhum) Sudjianto dengan Siti Patmi itu, tak pernah lupa dengan asalnya. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. “Ini adalah sebagai bentuk penghargaan saya kepada orang tua, terutama Ibu,” katanya.

Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada 1990. Ibunyalah kemudian berusaha keras menyekolahkannya, walaupun kedua orang tuanya tidak ada yang lulus SD.

Sejak kecil, Khoirul hidup dalam kemiskinan. Tapi ada saja jalan baginya untuk terus menuntut ilmu. Misalkan, ketika melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya.

Saat ia meneruskan kuliah di ITB Bandung, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. “Orang tua saya tidak perlu mengirimkan uang lagi,” kata Khoirul mengenang masa lalunya. Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang tinggi.

Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya beasiswa S3 dari perusahaan Jepang. “Alhamdulillah, meski saya bukan dari keluarga kaya, tetap bisa sekolah sampai S3. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa.” katanya.

Khoirul Anwar Tidak lupa Indonesia
Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. “Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri,” kata Khoirul.

Di luar kehidupannya sebagai seorang periset, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor. Kedalaman pengetahuan agama pria yang sempat menjadi takmir masjid di SMA-nya itu, juga membawanya sering didaulat memberi ceramah agama di Jepang, bahkan menjadi Khatib shalat Iedul Fitri.

Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. “Keberadaaan kita di luar negeri tak berarti kita tidak cinta Indonesia, tapi justru kita sebagai duta Indonesia,” kata dia.

Selama mengajar kebudayaan Indonesia, ia banyak mendengar berbagai komentar tentang tanah airnya. Ada yang memuji Indonesia, tentu, ada pula yang menghujat. Untuk yang terakhir itu, ia biasanya menjawab dalam bahasa Jepang: Indonesia ha mada ganbatteimasu (Indonesia sedang berusaha dan berjuang).

Keluarga Khoirul Anwar
Kini, Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya, bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani, dan tiga putra tercintanya. “Semua anak saya memenuhi formula deret aritmatika dengan beda 1.5 tahun,” Khoirul menjelaskan.

Yang paling besar lahir di Kawasaki, Yokohama, berusia 7 tahun. Yang kedua lahir di Nara berusia 5,5 tahun, dan ketiga juga lahir di Nara, kini berusia 4 tahun. Ia tak sependapat dengan beberapa rekan Jepangnya, yang mengatakan kehadiran keluarga justru akan mengganggu risetnya.

Baginya keluarga banyak memberikan inspirasi dalam menemukan ide-ide baru. “Belakangan ini saya berhasil menemukan teknik baru dan sangat efisien untuk wireless network saat bermain dengan anak-anak,” katanya.

Malahan, Khoirul sering mengajak anak-anaknya melakukan riset kecil-kecilan di rumahnya. Bersama anak-anaknya pula, Khoirul sering menyempatkan waktu menonton bersama, terutama film animasi kegemarannya: Dragon Ball Z, Kungfu Panda, Gibli, atau Detektif Conan.

“Film animasi mengajarkan anak kita nilai yang harus kita pahami dalam kehidupan,” kata Khoirul. Film animasi Gibli, misalnya, banyak bercerita bagaimana seharusnya manusia bisa bersahabat dengan alam, tidak merusaknya, serta mencintai mahluk hidup.

Bahkan ide dan semangat baru terkadang muncul dari menonton film. Misalnya nilai kehidupan yang dia petik dari film Kungfu Panda: ‘There is no secret ingredient, just believe’. “Nilai ini saya artikan bahwa tidak ada rahasia sukses, percayalah bahwa apapun yang kita kerjakan bisa membuat kita sukses.” kata Khoirul.

SUMBER :
http://bio.or.id/biografi-khoirul-anwar-penemu-4g/


Sabtu, 21 Maret 2015

Tugas Bahasa Indonesia 2


Charger menggunakan wifi
            Dengan memanfaatkan sinyal Wi-Fi, Kita bisa mengisi baterai smartphone tanpa kabel. Perangkat ini memanfaatkan apa yang disebut metamaterial, di mana dapat menangkap gelombang energi dan mengubahnya menjadi arus listrik. 



Metamaterial sendiri adalah sebuah struktur teknik yang mampu menampung berbagai bentuk gelombang energi. Dengan menaruh material tertentu, termasuk tembaga,  fiberglass, dan juga emas dalam bentuk pola. Semua bahan tersebut dapat digabungkan menjadi'super'material.

            Tegangan yang dihasilkan diklaim lebih kuat dari charger USB. Pencipta dari teknologi inovatif ini adalah dua orang mahasiswa bernama Allen Hawkes dan Alexander Katko dari Universitas Duke Pratt School of Enginering, North Carolina, Amerika Serikat. (isk/dew)
            Jadi konsep Charger wifi disini mungkin sangat berguna bagi smartphone yang penggunaanya sangat aktif, Jadi kita tidak repot-repot lagi membawa kabel chargeran dan tidak perlu mencolok lagi menggunakan kabel ke stopkontak, melainkan hanya menyambungkan wifi..
             

Sumber:


Minggu, 11 Januari 2015

TUGAS SOFTSKILL 3 - BAHASA INDONESIA #

2. Buatlah kerangka pikiran penelitian sesuai dengan jurusan (Sistem Informasi) 
Sistem Informasi
Pengertian Sistem Informasi
            Informasi merupakan hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan. Tapi tidak semua data yang mengalir digunakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Oleh karena itu dibutuhkan, suatu sistem  informasi yang dapat mengelola data. Sistem itu harus  dirancang sedemikian rupa agar dapat menentukan validitas data yang berasal dari berbagai sumber. 
            Menurut Robert A. Laitch dan K. Roscoe Bavis dalam buku karangan Kusrini dan Andri yang berjudul Tuntunan Praktis Membangaun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic & Microsoft AQL Server, Sistem Informasi Didefinisikan suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemuka kebutuhan pengolahan kebutuhan pengolahan transaksi harian, menduung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan sstrategi dari suatu organsasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Menurut Al-Bahra (2005:13) dalam buku yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi menjelaskan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
            Menurut dua definisi tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi itu adalah kumpulan dari komponen- komponen  yang  saling bekerjasama  secara harmonis untuk bertujuan menyajikan informasi yang bermanfaat. Dari beberapa  definisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi merupakan sejumlah komponen yang terdiri dari manusia, komputer, hardware, software, jaringan komunikasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai tujuan tertentu.
Sistem informasi mempunyai fungsi utama, fungsi utama dari sistem informasi adalah :
1.      Mengambil data.
2.      Mengolah, mentransformasi   dan mengkonversi   data menjadi
informasi.
3.      Mendistribusikan informasi kepada para pemakai.

Pengertian Perancangan Sistem
            Perancangan sistem merupakan tahap setelah analisa dari siklus pengembangan sistem. Dalam tahap perancangan sistem akan didefinisikan apa saja kebutuhan-kebutuhan fungsional sistem dan melakukan persiapan untuk rancang bangun implementasi sistem.
Menurut Kusrini dan Andri Koniyo dalam bukunya yang berjudul Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server  Perancangan sistem adalah proses pengembangan spesifikasi sistem baru berdasarkan hasil rekomendasi analisa sistem” (2007 : 79).
Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin dalam bukunya yang berjudul Analisis & Desain Sistem Informasi (2005 : 39), menyebutkan bahwa Perancangan adalah suatu kegiatan yang memiliki tujuan untuk mendesign sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik.
Kesimpulan dari definisi perancangan sistem adalah tahap awal untuk menyelesaikan masalah berdasarkan hasil rekomendasi analisa sistem guna memenuhi kebutuhan pemakai sistem dan memberikan gambaran yang jelas.

Integrasi Sistem Informasi
            Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem Informasi Manajemen. Berbagi sistem dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluannya. Aliran informasi diantara sistem sangat bermanfaat bila data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya, atau output suatu sistem menjadi input bagi sistem lainnya.
            Secara manual juga dapat dicapai suatu integrasi tertentu, misalnya data dari satu bagian dibawa kebagian lain, dan oleh petugas administrasi data tersebut digabung dengan data dari sistem yang lain. Jadi kalau secara manual maka derajat integrasinya menjadi tinggi.
            Keuntungan utama dari integrasi sistem informasi adalah membaiknya arus informasi dalam sebuah organisasi. Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat.
            Keuntungan lain dari pengintegrasian sistem adalah sifatnya yang mendorong manajer untuk membagikan (mengkomunikasikan) informasi yang dihasilkan oleh departemen (bagian) nya agar secara rutin mengalir ke sistem lain yang memerlukannya. Informasi ini kemudian digunakan lebih luas untuk membantu organisasi.

Metode Pengembangan Perangkat Lunak
            Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah dengan menggunakan metode prototyping. Menurut Roger. S. Pressman, Ph. D (2002 : 40) mengemukakan bahwaPrototyping Paradigma dimulai dengan mengumpulkan kebutuhan. Pengembang dan pelanggan bertemu dan  mendefinisikan obyektif keseluruhan sistem (perangkat lunak) yang akan dibuat, mengidentifikasi segala kebutuhan yang diketahui, dan area garis besar dimana definisi lebih jauh merupakan keharusan kemudian dilakukan “perancangan kilat”. Perancangan kilat berfokus pada penyajian dari aspek-aspek perangkat lunak tersebut yang akan nampak bagi pelanggan/pemakai (contohnya pendekatan input dan format output). Perancangan kilat membawa kepada konstruksi sebuah prototype. Prototype tersebut dievaluasi oleh pelanggan/pemakai dan dipakai untuk menyaring kebutuhan pengembangan perangkat lunak. Iterasi terjadi pada saat prototype disetel untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, dan pada saat yang sama memungkinkan pengembang untuk secara lebih baik memahami apa yang harus dilakukannya.
Bahasa Pemrograman
Pengertian Bahasa Pemrograman
Definisi pemrograman menurut Kusrini dan Andri Koniyo dalam bukunya yang berjudul Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server  yaitu perintah-perintah yang dimengerti oleh omputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
            Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.
Menurut Binanto (2009:1) kata program dan pemrograman dapat diartikan sebagai berikut:
1.    Mendeskripsikan instruksi-instruksi tersendiri yang biasanya disebut source code yang dibuat oleh programmer.
2.    Mendeskripsikan suatu keseluruhan bagian dari software yang executable.
3.    Program merupakan himpunan atau kumpulan instruksi tertulis yang dibuat olehprogrammer atau suatu bagian executable dari suatu software.
4.    Pemrograman berarti membuat program komputer.
5.    Pemrograman merupakan suatu kumpulan urutan perintah ke komputer untuk mengerjakan sesuatu. Perintah-perintah ini membutuhkan suatu bahasa tersendiri yang dapat dimengerti oleh komputer.
Jadi menurut penulis sendiri bahasa pemrograman adalah suatu bahasa komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sehingga menghasilkan informasi yang dibutuhkan dengan lengkap, tepat dan akurat. 

Tingkatan Bahasa Pemrograman
Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:
1.    Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner.
2.    Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat.
3.    Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia.
4.    Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia.
2.2.3     Prinsip Bahasa Pemrograman Basic
Prinsip-prinsip yang digunakan dalam mendesain bahasa BASIC antara lain:
1     Dapat digunakan secara mudah bagi para pemula.
2     Dapat digunakan sebagai sebuah bahasa pemrograman untuk tujuan umum (general purpose)
3     Dapat ditambahi fitur-fitur tambahan dan tingkat lanjut untuk para ahli, tetapi tetap mempertahankan kesederhanaan bahasa untuk para pemula.
4     Harus interaktif.
5     Pesan-pesan kesalahan harus jelas dan mudah dipahami.
6     Merespons dengan cepat untuk program-program yang kecil.
7     Tidak harus membutuhkan pengetahuan dan pemahaman perangkat keras komputer.
8     Pengguna juga tidak harus tahu mengenai sistem operasi.

Microsoft Visual Basic
Microsoft Visual Basic atau disingkat VB merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM)..
Visual Basic merupakan turunan dari bahasa pemrograman Basic dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat. Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda. 
Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic. Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan. Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas. Sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 62% pengembang perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++, JavaScript,C#, dan Java.

Rekam Medis
Rekam medis terdiri dari catatan-catatan data pasien yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan. Catatan-catatan tersebut sangat penting untuk pelayanan bagi pasien karena dengan data yang lengkap dapat memberikan informasi dalam menentukan keputusan baik pengobatan, penanganan, tindakan medis dan lainnya. 
Menurut Ikatan Dokter Indonesia melalui SK PB IDI No. 315/PB/A.4/88 mendefinisikan rekam medis/kesehatan adalah rekaman dalam bentuk tulisan atau gambar aktivitas pelayanan yang diberikan oleh pemberi pelayanan medis/kesehatan kepada seorang pasien. 
a.    Isi Rekam Medis
1.      Catatan,  merupakan  uraian  tentang  identitas  pasien,  pemeriksaan pasien,  diagnosis,  pengobatan,  tindakan  dan  pelayanan  lain   baik dilakukan  oleh  dokter  dan  dokter  gigi  maupun  tenaga  kesehatan lainnya sesuai dengan kompetensinya.
2.      Dokumen, merupakan kelengkapan dari catatan tersebut, antara lain foto  rontgen,  hasil  laboratorium  dan  keterangan  lain  sesuai  dengan kompetensi keilmuannya.
b.    Manfaat Rekam Medis
1.      Pengobatan Pasien
Rekam medis bermanfaat sebagai dasar dan petunjuk untuk merencanakan dan menganalisis penyakit serta merencanakan
pengobatan,  perawatan  dan  tindakan    medis  yang  harus  diberikan kepada pasien.
2.      Peningkatan Kualitas Pelayanan   
Membuat   Rekam   Medis   bagi   penyelenggaraan   praktik kedokteran dengan jelas dan lengkap akan meningkatkan kualitas pelayanan untuk melindungi tenaga medis dan untuk pencapaian kesehatan masyarakat yang optimal.
3.      Pendidikan dan Penelitian   
Rekam  medis  yang  merupakan  informasi  perkembangan kronologis penyakit, pelayanan medis, pengobatan dan tindakan medis, bermanfaat untuk bahan informasi bagi perkembangan pengajaran dan penelitian dibidang profesi kedokteran dan kedokteran gigi.
4.      Pembiayaan   
Berkas rekam medis dapat dijadikan petunjuk dan bahan untuk  menetapkan   pembiayaan   dalam   pelayanan   kesehatan   pada sarana kesehatan.  Catatan  tersebut  dapat  dipakai  sebagai  bukti pembiayaan kepada pasien.
5.      Statistik Kesehatan   
Rekam   medis  dapat   digunakan   sebagai   bahan   statistik kesehatan, khususnya  untuk  mempelajari  perkembangan  kesehatan  masyarakat dan untuk menentukan jumlah penderita pada penyakitpenyakit tertentu.
6.      Pembuktian Masalah Hukum, Disiplin dan Etik   
Rekam medis merupakan alat bukti tertulis utama, sehingga  bermanfaat dalam penyelesaian masalah hukum, disiplin dan etik.

Spesifikasi yang berhubungan dengan model yang sudah ada dalam bidang masalah yang diteliti.
Berikut ini adalah hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan sistem informasi rekam medis, yaitu pada jurnal yang dibuat oleh Yanuar Dwi Nurcahyo dan Riza Agustiansyah, S.T., M.Kom. yang berjudul “Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rekapitulasi Laporan Rekam Medis Rumah Sakit Kepada Dinas Kesehatan Kab/kota Berdasarkan Ketentuan Kemenetrian Kesehatan Republik Indonesia”
Dalam pelaksanaan penelitian ini, metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall Model . Pada Waterfall Model ada enam tahap yang dilakukan, yaitu: Survei, Analisis, Desain, Pembuatan ( Coding ), Testing dan Implementasi Terbatas dengan rincian sebagai berikut:
1. Survei sistem
-       Identifikasi kondisi eksisting dan kebutuhan pengguna
-       Definisi ruang lingkup
2. Analisis sistem
-       Analisis business user
-       Analisis business process
-       Analisis business ruless
-       Analisis business tools
-       Analisis business problems and solution
3. Desain sistem
Desain perancangan proses sistem Melakukan desain sistem dalam bentuk diagram use case , diagram activity , diagram class , diagram component dan deployment .
-       Desain perancangan database sistem Melakukan desain database dalam bentuk diagram hubungan entitas, dan struktur tabel.
-       Desain perancangan interface sistem, yaitu melakukan desain untuk tampilan layar.
4. Pembuatan sistem
-       Coding aplikasi
-       Coding database
-       Coding interface
-       Teting pertama ( Functional testing )
-       Testing kedua ( User acceptance testing )
5. Implementasi
-       Implementasi terbatas, dengan menggunakan lima data rumah sakit
-       Evaluasi pengimplementasian
2.5       Kerangka Pemikiran
Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah di jelaskan maka kerangka pemikiran dapat diuraikan sebagai berikut :
Sistem informasi rekam medis merupakan gabungan dari beberapa sistem yang diintegrasikan oleh sistem dari tiap bagian yang ada di Puskesmas  tersebut dan disimpan dalam satu database (server) sehingga data-data tersebut diolah menjadi informasi-informasi yang dibutuhkan untuk dijadikan acuan sebagai gambaran untuk proses pengambilan keputusan untuk perkembangan Puskesmas kedepannya. Adapun sistem-sistem yang dibuat pada tiap bagian yang ada yaitu :
a.    Sistem Administrator di Server.
b.    Sistem Pendaftaran Pasien dibagian Portir (pendaftaran)
c.    Sistem Pemeriksaan Pasien dibagian Balai Pengobatan (BP)
Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan pengguna sistem dengan menggunakan metodePrototipe dengan menggunakan tools yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak, sehingga dapat terciptakan Sistem Informasi Rekam Medis yang bisa menghasilkan informasi yang bisa digunakan untuk proses pengambilan keputusan.



sumber:
 http://agun11guntara.blogspot.com/2014/01/tinjauan-pustaka-dan-kerangka-pemikiran.html

TUGAS SOFSKILL 2 - BAHASA INDONESIA#

Metode Pengumpulan Data
                Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
                Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya
                Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian. Metode pengumpulan data bisa dilakukan dengan cara:

A.  WAWANCARA
Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengmbilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara.

Menurut Patton dalam proses wawancara dengan menggunakan pedoman umum wawancara ini, interview dilengkapi pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus diliput tampa menentukan urutan pertanyaan, bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit.

Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan interviewer mengenai aspek-aspek apa yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek (check list) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian interviwer harus memikirkan bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara kongkrit dalam kalimat Tanya, sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks actual saat wawancara berlangsung (Patton dalam poerwandari, 1998).

B.  OBSERVASI
                Disamping wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
                Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.

Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.

C.  Angket atau kuesioner (questionnaire)
                Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertnyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.
                Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan, diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya, pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan, serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam.

D. Teknik Sampling
Sampel (contoh) merupakan sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling.
Teknik sampling berguna untuk :
Mereduksi anggota populasi menjadi anggotas sampel yang mewakili populasinya (representatif), sehingga kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih teliti menghitung yang sedikit daripada yang banyak menghemat waktu, tenaga dan biaya.

e. Dokumen
                Dokumentasi berkaitan dengan suatu kegiatan khusus berupa pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan penyebarluasan suatu informasi. Dokumentasi itu sendiri adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan photo, dan penyimpanan photo. Dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Sumber lain yang bukan dari manusia (non-human resources), diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik. Dokumen terdiri bisa berupa buku harian, notula rapat, laporan berkala, jadwal kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran dasar, rapor siswa, surat-surat resmi dan lain sebagainya.
CONTOH HASIL OBSERVASI

A.    Gambaran Objek
1.      Identitas Guru (Narasumber)
Nama Guru                                         : Sri Wahyuni
NIP                                                         : 1976030520021202008
Tempat, Tanggal Lahir                    : Semarang, 5 Maret 1976
Alamat                                                  : Karang Anyar Selatan No. 74 Semarang
Guru Bidang studi                            : Fisika
Masa Kerja                                         : 12 tahun
2.      Pelaksanaan Observasi
Tempat                                                                : Kelas XI TSM
Jumlah Peserta didik                      : 30 Orang
Tanggal                                                 : 4 April 2014
Waktu                                                   : 07:15 WIB – 09:00 WIB

B.     Kegiatan Pembelajaran
       Dalam kegiatan pembelajaran di SMKN 4 Semarang metode pembelajaran yang digunakan adalah problem solving. Guru hanya menggunakan metode tersebut diatas, dikarenakan materi pelajaran yang sudah mendekati ulangan harian. Sehingga materi tidak lagi berupa materi inti, melainkan materi pembahasan soal latihan. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru, yaitu:
1.      Kegiatan Awal (15 Menit)
·         Membuka pelajaran
     Guru memasuki ruangan belajar dan menyapa dengan salam. Kemudian peserta didik memberikan salam kepada guru dan membaca do’a sebelum memulai proses pembelajaran.
·         Mempersiapkan Perlengkapan Belajar Mengajar
           Guru bersama peserta didik mempersiapkan buku-buku pelajaran serta perlengkapan belajar lainnya.
·         Mengkondisikan peserta didik
·         Apersepsi
     Setelah perlengkapan belajar mengajar telah dipersiapkan dengan baik. Guru mulai memotivasi peserta didik dan mengulang kembali materi pelajaran sebelumnya.
2.      Kegiatan Inti (60 menit)
·         Peserta didik mengumpulkan tugas mereka.yang sudah dberikan sama guru pada pertemuan sebelumnya. Dan bagi siswa yang tidak mengumpulkan tetap mendapat konsekuensinya yaitu nilai tidak memenuhi kriteria atau KKM. Hal itu bertujuan mendidik agar pentingnya mengerjakan tugas ndan mengumpulkan tepat waktu.
·         Guru menjelaskan pemecahan masalah dari tugas yang sudah diberikan kepada siswa.agar siswa tahu apabila ada kesalahan dari soal yang sudah para siswa kerjakan.
·         Terjadi proses tanya jawab antara siswa kepada guru dari materi yang belum dipahami oleh siswa.
·         Guru melihat secara langsung buku catatan para siswa ,apakah para siswa mencatat materi yang sudah diajarkan.
3.    Menutup pembelajaran (15 menit)
          Guru mengingatkan kembali kepada peserta didik bahwa dipertemuan berikutnya akan diadakan ulangan harian. Kemudian bersama-sama menutup pelajaran dengan berdo’a dan memberikan salam..
C.     Deskripsi Proses Pembelajaran
Menurut hasil observasi yang dilakukan, saat proses pembelajaran berlangsung guru menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Untuk menciptakan suasana yang demikian, guru menjadikan suasana yang lebih santai atau informal. Menciptakan suasana yang lebih santai dan informal dilakukan guru dengan cara menyapa setiap murid yang mulai merasa bosan mengikuti pelajaran, Guru juga mampu mendekatkan dirinya dengan peserta didik baik melalui pendekatan multidisipliner dan pendekatan Interdisipliner. Kemudian ditambah lagi dengan humor-humor ringan. Sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.
D.    Wawancara
Beberapa pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana metode pembelajaran yang Bapak/Ibu gunakan?
2.      Apa saja suka duka Bapak/Ibu selama menjadi Guru?
3.      Sebaiknya bagaimana menjadi guru yang baik?
4.      Bagaimana cara Bapak/Ibu menjadi guru yang disukai oleh peserta didik?
5.      Bagaimana cara Bapak/Ibu memotivasi peserta didik yang notabennya bermasalah (nakal, pemalas, dan sebagainya)?

Jawaban dari narasumber:
1.      Metode pembelajaran yang dilakukan adalah Problem solving, karena materi sudah tersampaikan dipertemuan sebelumnya dan dipertemuan selanjutnya akan diadakan Ulangan harian. Sehingga dengan menggunakan metode tersebut diharapkan peserta didik sudah siap menghadapi ulangan harian.
2.      Suka duka menjadi guru, banyak suka yang pasti cita-cita menjadi guru sudah tercapai. Dukanya, sulit memberikan penerangan kepada peserta didik karena pelejaran ini menjadi momok menakutkan. Kurikulum yang sekarang sudah ditetapkan dari atasan sekolah sedangkan yang dilapangan keadaannya berbeda.
3.      Guru yang baik itu:
·         Disiplin.
·         Mampu menkondisikan (penguasaan) kelas dengan bagus, hal ini berarti mampu berinteraksi dengan peserta didik, hal ini juga penting karena dengan mampu mengkondisikan kelas suatu pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.
·         Harus menguasai materi yang akan diajarkan.
·         Mampu memahami karakter masing-masing peserta didik.
·         Tegas bukan galak, tidak diktator.
·         Mampu memecahkan masalah yang dialami peserta didik dengan cara memberi motivasi.
4.      Cara supaya peserta didik menyukai gurunya adalah sebagai berikut:
·         Menyilami apa kemauan mereka, tapi kita strategikan sesuai dengan apa yang kita mau.
·         Memberi perhatian kepada peserta didik, baik berupa motivasi, sindiran, gurauan dan sebagainya.
5.      Cara memberi memotivasi kepada peserta didik yang bermasalah (nakal, pemalas, dsb):
Sebuah kasus, ada seorang siswa yang tidak pernah membawa buku pelajaran bahkan ada yang sama sekali tidak mempunyai buku. Disini kita harus peduli dengan mereka, metode yang paling baik adalah menyadarkannya dengan pelan-pelan. Misalkan memberikan tugas, kemudian mengecek tugas setiap individu, dan apabila ada siswa yang belum mengerjakan tugas harus mendapatkan hukuman agar jera namun hukuman ini bersifat membangun. Lama kelamaan siswa tersebut akan sadar, dia akan membeli sebuah buku dan akan mengerjakan tugas.

sumber:
http://irfan-herdwiansyah.blogspot.com/2014/04/contoh-laporan-observasi.html


Jumat, 24 Oktober 2014

BAHASA INDONESIA 1#

1.      Jelaskan peranan sikap keterbukaan dalam ragam bahasa lisan!
2.      Pada ragam lisan, pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang kurang tepat dapat mengalihkan perhatian pendengaran. Jelaskan dan beri contohnya!
3.      Cari wacana yang membedakan pemanfaatan bahasa Indonesia pada tataran ilmiah, semi ilmiah dan non ilmiah!

1.      Adanya keterbukaan dalam bahasa lisan dapat meninbulkan bahasa yang komunikatif antara komunikan dan komunikator yaitu dengan cara  menempatkan tekanan, nada, dan durasi yang sesuai dengan pilihan kata yang tepat untuk mencapai tujuan dimana pendengar mudah mengerti dan memahami isi pembicaraan.

2.      Berhubungan dengan “Ketepatan Ucapan” dimana Seorang pembicara harus membiasakan diri mengucapkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat. Pengucapan bunyi yang kurang tepat atau cacat akan menimbulkan kebosanan, kurang menyenangkan, atau kurang menarik.pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang dianggap cacat bisa mengalihkan perhatian pendengar.Sehingga tidak terjadi bahasa yang komunikatif dan efektif.
Contohnya :
berbicara dengan nada tinggi akan menimbulkan kesalahan persepsi orang lain karena dianggap sedang marah dan kesal.
Terlalu banyak bicara membuat orang bingung sehingga orang cenderung tidak memperhatikan.

3.      Perbedaan yang membedakan wacana tataran Ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah adalah, penggunaan ragam bahasa yang terikat pada kebakuan dari pemakaian bahasa itu sendiri. Sehingga kita bisa membedakan dari segi pengelompokan tulisan yang ingin disampaikan oleh pembicara atau penulis.

Wacana Ilmiah
PENGERTIAN KARYA ILMIAH
Karya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
MACAM KARYA TULIS ILMIAH
Sesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalam bentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis, dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Contoh Wacana Ilmiah:
Aids
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah nama penyakit yang berarti sindroma dapatan penurunan kekebalan tubuh. Ada pula yang menyebutkan sebagai penyakit kurus karena penderitanya memang sangat kurus. Sebagai sindroma, gejala AIDS sangat banyak, antara lain diare lebih dari sebulan, demam lebih dari sebulan, dan menurunnya berat badan secara cepat. Dari ketiga gejala tersebut, yang terpenting adalah gejala menurunya berat badan. Tanda-tanda lain antara lain batuk lebih dari 2 minggu, pembengkalan kelenjar (di ketiak,leher,dan selangkangan), sakit kepala hebat dengan leher kaku, bengkak-bengkak cokelat tua yang cepat menyebar di kulit dan lain-lain.
AIDS disebabkan oleh virus yang hidup dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Virus ini merusak system kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mampu lagi membentengi badan dari serangan berbagai penyakit. Setelah virus ini berada di dalam tubuh, ia bisa berada di sana bertahun-tahun sebelum mulai membuat orang itu sakit. Siapa saja bisa terkena AIDS, tidak peduli umur, suku, pekerjaan, maupun orientasi seksualnya, apabila seseorang pernah berhubungan seks dengan orang yang membawa virus AIDS, disuntik/menyuntik diri dengan jarum kotor, atau memperoleh transfuse darah yang terkontaminasi virus AIDS, maka ia juga dapat terkena AIDS. Begitu pula dengan bayi yang ibunya membawa virus AIDS.
Ada tiga cara penularan AIDS pada bayi yaitu ketika janin masih di dalam kandungan, pada saat dilahirkan yang penuh darah, dan melalui Air Susu Ibu. Meskipun begitu, tetap lebih baik menyusui dengan ASI daripada susu bubuk (baik karena kemungkinan tertulari AIDS secara matematis hanya 50%, maupun karena ASI mengandung banyak zat yang berguna bagi kekebalan bayi).
Dari semua kasus penderita AIDS yang berhasil sembuh, ada hal-hal penting yang bisa ditarik. Pertama, memang virus HIV sebagai penyebab utama, tapi juga bergantung pada kondisi fisik dan psikis masing-masing korban. Kedua, mereka yang berhasil lolos dari maut adalah mereka yang secara sadar mengubah gaya hidupnya menjadi lebih positif.

Wacana Semi Ilmiah
Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.

MANIS BAGI PEJABAT
RACUN UNTUK RAKYAT
PEMERINTAH pusat mulai membagi-bagikan permen yang mengandung racun. Inilah permen manis bagi pejabat yang menerima, tetapi racun karena mematikan daerah. Permen yang mengandung racun itu adalah Peraturan Pemerintah Nomomr 37 Tahun 2006 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan Anggota Dewan. Isinya mengatur pendapatan pimpinan anggota DPRD, yang terdiri atas uang representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan panitia musyawarah, tunjangan komunikasi, dan tunjangan panitia anggaran. Jika setiap anggota DPRD mendapat Rp 80 juta daerah harus mengeluarkan Rp 1,2 triliun. Sungguh uang yang luar biasa manis, sekaligus inilah racun yang paling mematikan daerah. Kenapa? Karena, biaya untuk gaji anggota DPRD itu lebih besar daripada pendapatan asli daerah. Betapa ironis, pendapatan asli daerah minus setelah membayar gaji DPRD.
Yang jelas, peraturan pemerintah itu semakin memperbesar jurang kaya dan miskin. Di tengah meningkatnya pengangguran, di tengah bertambahnya penduduk miskin yang mencapai 100 juta orang, ada segelintir elite anggota DPRD yang jumlahnya 15 ribu orang yang semakin kayak arena peraturan pemerintah itu.
Masih ada dampak negative lain, yaitu semakin maraknya pungutan daerah untuk menambah kas daerah. Berbagai pungutan itu diperlukan untuk menutupi deficit pendapatan asli daerah akibat membayar gaji anggota DPRD. Sudah pasti, peraturan pemerintah itu menambah bengkaknya anggaran negara yang digunakan untuk keperluan konsumtif. Padahal, tanpa adanya Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 itu pun, proporsi pengeluaran rutin untuk keperluan konsumtif sudah lebih besar. Adalah menyedihkan bahwa yang bertambah bukan untuk keperluan pembangunan yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mengentaskan rakyat dari kemiskinan.
Dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 itu, bertambah kuat tanda-tanda negara ini agaknya sedang disetir menjadi surga hanya bagi kaum elite, yaitu elite legislative yang bernama wakil rakyat di daerah maupun di pusat. Soal waktu saja, keluar pula peraturan pemerintah yang pada gilirannya akan menyenangkan elite yang duduk di jajaran eksekutif dan yudikatif. Maka, sempurnalah negara ini menjadi negara yang manis bagi pejabat, tetapi racun bagi rakyat (Media Indonesia, 2007:1).
Selain itu, boleh percaya boleh tidak, anggota DPRD masih mendapat tunjangan kesejahteraan berupa pemberian jaminan pemeliharaan kesehatan, pakaian dinas, serta biaya akibat perjalanan dinas. Akibatnya, sebagai gambaran, pendapatan yang diterima ketua DPRD provinsi mencapai Rp 36,269 juta, jauh melebihi pendapatan yang diterima Ketua Mahkamah Agung (Rp 24,390 juta) dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (Rp 23,940 juta). Jaraknya semakin jauh bagaikan langit dan bumi, bila dibandingkan dengan pendapatan gubernur (Rp 8,4 juta), terlebih dibanding bupati (Rp 5,8 juta).
Permen itu semakin manis karena sekalipun Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 itu baru ditandatangani Presiden November lalu, tetapi dibuat berlaku mundur sejak 1 Januari 2006.

Wacana Non Ilmiah
Pengertian Wacana Non Ilmiah
1. Pengertian, Ciri, dan Bentuk Karangan Nonilmiah
Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri karangan nonilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.

Macam Karya Tulis Non Ilmiah
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman

Contoh Wacana Non Ilmiah:

Pogi yang Malang

Pogi adalah pemuda yang malas. Kerjanya hanya makan, tidur, dan bermain-main. Ayah dan ibunya tidak melarang sebab mereka adalah keluarga kaya. Apa saja kemauan Pogi selalu dituruti.
Suatu pagi, Pogi pergi bermain ke hutan. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pengembara yang membawa lima karung yang berat.
”Hai, pemuda ! Maukah kau menolongku membawa karung ini ke kota ? ”tanya pengembara itu.
Pogi pura-pura tidak mendengar. Ia tetap berjalan perlahan sambil mengamati tumbuhan.
”Nak, aku akan memberimu salah satu dari kantong ini. Silahkan pilih!”
Pogi masih pura-pura tidak mendengar. Huh! Tadi minta tolong sekarang malah mau memberi karung. Paling-paling isinya Cuma sampah, bati Pogi.
” Anak muda, karungku yang bertali merah ini berisi ramuan obat segala penyakit, sedangkan yang bertali biru berisi bibit padi segala musim. Atau kamu mau karung dengan tali berwarna putih? Ini berisi kain sutera pilihan, yang bertali hijau berisi aneka macam penyedap masakan, dan yang berwarna kuning berisi emas permata. Nah, pilihlah salah satu!”
”Ah, baiklah.”kata Pogi semangat. ”Aku pilihyang berwarna kuning aja.”
”Apakah kamu yakin karung ini membawa keberuntungn bagimu?”
”Sangat yakin. Sudahlah, cepat berikan. Aku tidak sabar membawanya pulang .”omel Pogi .
Pengembara itu menyerahkan karung yng bertali kuning. Pogi langsung membawa karung itu pergi tanpa berterima kasih. Setelah agak jauh, dibukanya karung itu. Ah, betapa gembiranyaPogi saat melihat banyak emas di dalamnya. Pogi lalu melanjutkan perjalanan pulang.
Tiba-tiba...
”Pokoknya kalau bertemu orang kaya, kita rampok saja.” kata salah satu orang.
Pogi yang mendengar suara itu, cepat-cepat bersembunyi. Setelah kedua orang itu berlalu, Pogi segera keluar dari persembunyiannya. Ia meneruskan dengan tergesa-gesa dan takut. Sampailah Pogi di tepi sungai. Di tempat penyeberangan itu tampak sepi. Hanya ada tiga penarik perahu.
”Sepi sekali hari ini.”ujar yang bertubuh paling kecil.
”Benar tidak seperti bisanya.” jawab yang berambut keriting.
”Bagaimana kalau kita rampok saja orang yang menyeberang dengan perahu kita ini ?” tanya yang bertubuh kekar.
Ketiga penarik perahu tertawa terbahak-bahak. Mendengar hal itu Pogi semakin ketakutan. Diambilnya jalan pintas. Pogi berenang menuju ke seberang sungai. Sesampainya di tengah sungai, seekor buaya menuju ke arahnya.
Tanpa ragu-ragu, Pogi memukul moncong buaya itu dengan karung yang dipanggulnya. Buaya itu malah membuka moncongnya. Pogi tak banyak berpikir. Dilemparnya karung berisi emas itu ke arah buaya. Lemparan tepat sekali. Buaya itu kesulitan mengunyah karung. Pogi merasa musuhnya lengah. Ia berenang ke tepian secepatnya.
Sejak kejadian itu, Pogi menjadi sadar., ternyata emas tidak mendatangkan keberuntungan baginya. Justru mendatangkan bahaya. Sejak itu Pogi menjadi rajin dan bijaksana.
Sumber