Senin, 18 November 2013

Review Samsung Galaxy S3 Mini

Samsung Galaxy S3 Mini





Kelebihan:
- Versi terjangkau bagi penggemar Samsung Galaxy, khususnya seri S3
- Masih menggunakan SIM card berukuran standar

Kekurangan:
- Dimensi layar yang lebih kecil menyebabkan resolusi turun

Highlights:
Samsung Galaxy S3 memang memiliki harga yang masih tinggi. Oleh karena itu, Samsung juga merilis versi mini dari Galaxy S3. Meski hardware dan dimensinya dipangkas, smartphone ini masih sanggup meladeni aplikasi Android saat ini.
CHIP.co.id - Galaxy S3 Mini merupakan versi "mini" dari S3 yang diperkenalkan Samsung untuk merangkul fans smartphone seri Galaxy S dengan bujet yang terbatas. Karena mengusung nama "Mini", maka spesifikasi yang diberikan Samsung untuk S3  ini juga "dikebiri", misalnya prosesor Cortex A9 Dual-core 1 GHz yang digunakan, kalah jauh dari prosesor Exynos Quad-core 1,4 GHZ milik kakaknya. Dipadukan dengan RAM 1 GB dan GPU Mali-400, S3 Mini menjalankan sistem operasi Android versi 4.1.1 (Jelly Bean). Layar AMOLED ukuran 4 inci resolusi 480 x 800 pixel ini tetap terlihat jelas saat dilihat dari sudut mana  saja. Dengan dimensi 122,55 x 63 x 9,9 mm dan bobot 120 gram, S3 Mini cukup tipis dan mantap digenggam dengan satu tangan.
Tombol fisik yang biasanya menjadi ciri khas Samsung menghilang dalam S3 Mini, digantikan dengan tombol  di bagian bawah layar. Desain ini untuk memaksimalkan dimensi smartphone. Interface utamanya terasa responsif walau kadang agak tersendat jika kita terlalu cepat memberi input.
Selain terdapat kamera utama 5 MP dan kamera sekunder dengan resolusi VGA, Samsung menyediakan penyimpanan eks­ternal yang lapang dengan opsi 8 dan 16 GB. Baterai Lithium Ion kapasitas 1500 mAh S3 Mini di-rating aplikasi benchmark selama 430 jam waktu siaga (3G) dan 7 jam waktu bicara (talk time).


Sayangnya, slot microSD milik S3 Mini tersembunyi di balik tempat penyimpanan baterai. Pengguna mau tak mau harus membuka penutup belakang dan melepas baterai untuk bisa mengakses slot microSD.
Di pasaran, S3 Mini beradu dengan HTC One S dan Google Nexus S dengan kisaran harga yang sama, namun mengusung prosesor dengan clock yang sedikit lebih tinggi, 1,5 GHz. Layar resolusi WVGA 4 inci milik S3 Mini juga terlihat kurang tajam jika dibanding dengan Galaxy S3. Sesuai dengan namanya, S3 Mini cocok bagi pengguna yang menginginkan smartphone terjangkau dengan performa yang tidak mengecewakan.

Spesifikasi:
Sistem operasi :   Android 4.1
CPU :    Dual-core Cortex A9 1 GHz
GPU :    Mali-400
Memori  :  1 GB
Storage :   8/16 GB
Konektivitas :   Wi-Fi, Bluetooth, NFC
Display  :  4 inci (800 x 480)
Kamera :   5 MP (720p)
Baterai :   1500 mAh
Interface :   microUSB, audio jack 3,5 mm
Bobot  :  110 gram

SUMBER :
 http://chip.co.id/review/accessories_peripheral/6947/samsung_galaxy_s3_mini_galaxy_s3_dengan_spesifikasi_yang_dikebiri

Internet 4G

Internet 4G LTE Hadir di Indonesia 
 erusahaan telekomunikasi Internux meluncurkan layanan 4G Long Term Evolution pertama di Indonesia, Kamis (14/11/2013). Produknya diberi nama Bolt yang menawarkan kecepatan akses internet hingga 75 Mbps.

Untuk menyelenggarakan 4G Long Term Evolution (LTE), Internux mengeluarkan investasi senilai 550 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,3 triliun, untuk menyewa menara BTS hingga menyediakan perangkat mobile wi-fi di pasar.

Chief Technology Officer Internux Devid Gubiani mengatakan, jaringan 4G LTE Internux berjalan di pita frekuensi 2,3 GHz dengan menerapkan teknologi time division duplex long term evolution (TDD LTE). Di frekuensi tersebut, Internux menggunakan lebar pita 15 GHz untuk menggelar 4G LTE.

Jaringan 4G LTE Internux mencakup kawasan Jabodetabek. "Tahap awal ini kami menggunakan 1.500 menara BTS untuk menyediakan 4G LTE di Jabodetabek," kata Devid. Pada tahun 2015, Internux menargetkan memiliki 3.500 menara BTS untuk meningkatkan kualitas layanan.

Saat ini, Internux menyewa menara BTS dari lima penyedia, yaitu Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel), Iforte, Protelindo, Solusi Tunas Pratama (STP), dan Tower Bersama Group (TBG).

Paket prabayar Internux dihargai Rp 25.000 untuk kuota 8 GB, ditambah perangkat mobile wi-fi 4G seharga Rp 274.000. Dengan demikian, total harga untuk pembelian pertama adalah
Rp 299.000.

Untuk menikmati akses internet 4G LTE Internux, perangkat ponsel pintar, tablet, ataupun komputer pribadi bisa terhubung ke mobile wi-fi melalui koneksi wi-fi. "Mobile wi-fi Bolt dapat terkoneksi dengan delapan perangkat," kata Devid.

Jika kuota internet habis, pengguna dapat melakukan isi pulsa di toko atau peretail yang telah bermitra dengan Internux.

Dari 30 juta penduduk yang tinggal di kawasan Jabodetabek, Internux menargetkan dapat menggaet 10 juta pengguna layanan 4G LTE miliknya.

Jaringan Internux hanya melayani akses data, tidak dapat digunakan untuk telepon dan SMS.

Internux merupakan perusahaan telekomunikasi yang memiliki lisensi broadband wireless access (BWA). Oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, operator dengan lisensi BWA, termasuk Internux, First Media, Berca, IM2, dan Jasnita, hanya diizinkan menggelar layanan data (internet).

SUMBER :
http://maelglory.blogspot.com/2013/11/Internet-4G-LTE-Hadir-di-Indonesia.html